Friday, January 5, 2024

Ditemukan Tewas di Kolam, Bu Andriyani Magelang Diduga Dibunuh Suami Baru

 

Magelang, rakyatindonesia.com - Andriyani (50), ibu tiga anak yang dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Diduga meninggalnya korban karena dibunuh suami barunya.


Untuk suami baru Andriyani berinisial S (44), telah diamankan di Polresta Magelang. Diduga korban dihabisi pelaku, kemudian mayatnya ditemukan di kolam atau blumbang yang dipakai meredam usuk bambu.

Lokasi penemuan mayat ini, tepatnya di Dusun Karanganyar, Desa Krasak, Kecamatan Salaman, sebelum menuju rumah terduga pelaku. Adapun di lokasi ini dipasang police line.

"(suami) Mengakui tadi malam. Diduga dibunuh tanggal 15 Desember 2023, setelah diantar. Laporan kehilangan tanggal 18 Desember," kata Kapolsek Kajoran AKP Kamidi saat dihubungi wartawan, Jumat (5/1/2024).


"Laporan awal orang hilang, itu menjadi dasar untuk melakukan penyelidikan," lanjut Kamidi.


Ditemui terpisah, Kapolsek Salaman AKP Sukarjo mengatakan, diduga pelaku suaminya yang baru menikah tanggal 30 November 2023 lalu.


"(pelaku) Suami, resmi. Jadi 30 November, baru menikah. Tanggal 15 Desember pergi dan tanggal 5 Januari ketemu (meninggal)," tegasnya.


Bu Andriyani sebelumnya dilaporkan hilang sejak 16 Desember 2023. Saat ditemukan, terdapat bekas jeratan di lehernya.


Evakuasi Mayat Harus Sedot Air Kolam
AKP Kamidi mengungkapkan, mereka harus menyedot air kolam untuk mengevakuasi jenazah Bu Andriyani.


"Tadi harus menyedot (air kolam) pakai genset. Pemeriksaan di TKP dipimpin Pak Kapolresta dan Pak Kasat Reskrim (Kompol Rifeld)," kata Kamidi.


Sementara Kapolresta Magelang Kombes Mustofa menuturkan, mereka segera menindaklanjuti begitu ada laporan orang hilang pada 15 Desember 2023.


"Dari laporan tersebut, ditindaklanjuti personel Reskrim Polsek Kajoran maupun Reskrim Polresta Magelang. Hasil tindak lanjut tersebut, menemukan petunjuk tentang adanya indikasi penemuan mayat tadi pagi," kata Mustofa.


Mustofa mengungkapkan, penemuan mayat korban berdasar petunjuk yang diperoleh dari hasil olah TKP di rumah korban


"Tentang penyebab kematian, tentang kapan waktunya, kita masih menunggu autopsi yang dilaksanakan (di RSUD Muntilan)," ujar Mustofa.


"Tadi di TKP kita lihat korban ditemukan dalam air, sedikit ditimbun tanah, tengkurap, ada jeratan di lehernya. Tapi belum tahu tentang penyebab kematiannya," sambungnya.


Awal Hilangnya Bu Andriyani

seorang ibu tiga anak yang merupakan warga Desa Kwaderan, Kecamatan Kajoran, Magelang, dilaporkan hilang pada medio Desember 2023.


Saat itu anak kedua korban, Betty Lestari (27) mengatakan ibunya memiliki suami baru. Terkadang ibunya tinggal di rumahnya, terkadang tinggal di rumah suami barunya.


"Mama sama suami sekarang baru menikah tanggal 30 November kemarin. (Mama) Kadang-kadang tinggal di rumah suaminya, kadang-kadang tinggal di rumah. Ini kebetulan suami lagi di rumah karena mau mengambil rapor anaknya," ujar Betty saat dihubungi, Selasa (19/12/2023).


Dia menceritakan, Pada Jumat (15/12) ibunya hendak pergi ke rumah suami barunya. Dia diantarkan oleh anak ketiganya bersama salah satu temannya menggunakan sepeda motor.


Hanya saja, saat itu ibunya hanya diantar sampai balai desa setempat. Sebab jalan menuju rumah suaminya jelek dan susah dilalui sepeda motor.


"Terus diantar, boncengan bertiga jalan susah (kemudian) minta diturunin di balai desa. Pernah juga minta diantar di situ, terus ke sana sendiri sehingga adik saya nggak punya pikiran ke mana-mana, terus pulang," ujarnya.


Menurut Betty, mulai saat itu keluarganya mulai hilang kontak dengan ibunya. Padahal selama ini ibunya cukup rajin mengirim pesan WhatsApp kepada adiknya. Sejak Sabtu (16/12) nomor ibunya sudah tidak aktif.


Pada Senin (18/12), adik Betty mencoba singgah ke rumah ayah tirinya itu. Namun di sana dia tidak menemukan keberadaan ibunya.


"Senin pagi, adik mau berangkat PKL, mampir ke rumah suami mama sekalian menengok, sekalian mau pamit. Sampai di rumah bertanya dan dijawab, 'mama kamu nggak pernah ke sini, tanggal 15 nggak ke sini' Setelah itu, adik langsung telepon saya," kata Betty yang saat ini tinggal di Tangerang Selatan dan belum pernah bertemu dengan ayah barunya itu.


Betty lantas menghubungi beberapa kerabat lainnya. Semua juga mengatakan juga tidak mengetahui keberadaan Andriyani.


"Sudah (menanyakan) dari keluarga terdekat, luar kota, dalam kota sampai yang luar pulau dihubungi semuanya nggak ada kontak. Bahkan rata-rata nggak tahu kalau mama sudah menikah lagi," jelas dia.


Betty lalu meminta adiknya untuk melapor ke polisi lantaran ibunya sudah hilang lebih dari 24 jam.(red.w)



Thursday, December 21, 2023

Awal Mula Penemuan Mayat Sekeluarga Penuh Luka yang Diduga Dibunuh

 

Musi Banyuasin, rakyatindonesia.com - Satu keluarga yang terdiri dari nenek, ayah dan dua anak ditemukan tewas penuh luka dalam rumah di Musi Banyuasin. Kondisi mayat sudah membusuk. Begini awal mula penemuan mayat tersebut.

"Iya benar, ada 4 mayat yang ditemukan. Iya, satu keluarga," kata Plh Kasat Reskrim Polres Muba Iptu Dedy Kurniawan, Rabu (20/12/2023).

Ia menuturkan mayat satu keluarga itu awalnya ditemukan oleh warga yang curiga adanya bau busuk yang bersumber dari rumah korban di Jalan AMD, Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu.

Setelah dicek, ternyata benar ditemukan mayat satu keluarga tersebut dengan kondisi mengenaskan penuh luka.

"Ditemukan di sana, tadi sekitar Pukul 14.00 WIB. Iya, kondisinya seperti itu (mengenaskan)," katanya.

Menurut Dedy, pihaknya menduga jika korban merupakan korban pembunuhan dan tewas sudah lebih dari dua hari yang lalu. Kondisi mayat sudah membusuk.

"Sepertinya sudah meninggal lebih dari dua hari lah, sudah membusuk semua soalnya. Dugaan sementara seperti itu (korban pembunuhan)," katanya.

Adapun yang tewas tersebut merupakan seorang nenek berusia 70 tahun, ayah berusia 40 tahun dan dua anaknya laki-laki 12 tahun dan perempuan 5 tahun. Sementara istrinya korban merupakan PMI di Luar Negeri.

"Keempat korban itu sudah kita kirimkan ke RS Bhayangkara, kita masih menunggu hasil autopsinya. Korban, anak-anak dua orang, kemudian neneknya dan juga ayahnya," katanya.

Hingga saat ini polisi masih di lokasi kejadian melakukan olah TKP. Polisi juga masih melakukan penyelidikan dan memburu terduga pelaku pembunuhan tersebut.

"Semua informasinya masih kita kumpulkan, akan kita dalam semua informasi yang ada. Iya, termasuk itu (memburu pelaku)," jelasnya.(red.L)

Thursday, November 30, 2023

Mayat Bayi Terbungkus Sarung Ditemukan di Depan Makam Pesantunan Brebes

 


Brebes, rakyatindonesia.com –  Mayat bayi perempuan ditemukan terbungkus sarung di kompleks pemakaman umum Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, sore tadi. Dari hasil pemeriksaan medis, bayi itu diduga lahir prematur.


Saat ditemukan, mayat bayi perempuan itu berada di dalam tas jinjing. Tali pusar juga masih menempel di perut bayi.

Mayat bayi itu pertama ditemukan seorang murid madrasah TPQ. Saat melintas di depan makam, murid tersebut melihat kucing sedang mengendus bungkusan tas jinjing. Karena penasaran, murid itu mendekati bungkusan itu dan kemudian melihat bagian tubuh bayi.

Kabar temuan mayat bayi itu kemudian menyebar ke warga sekitar dan dilaporkan ke Ketua RT setempat. Selanjutnya, informasi ini diteruskan ke Polsek Wanasari.

Kanit Reskrim Polsek Wanasari, Ipda Rukas Sigit saat dimintai konfirmasi membenarkan temuan tersebut. Dijelaskannya, saat tas jinjing itu dibuka, diketahui mayat bayi itu terbungkus sarung dan baju koko motif biru hitam.

"Saat ditemukan, bayi perempuan itu sudah dalam kondisi meninggal. Bahkan ada bekas tisu dan bercak darah pada bagian pusar," ungkap Rukas Sigit, Rabu (29/11/2023) malam.

Jenazah bayi perempuan ini kemudian dibawa ke RSUD Brebes untuk dilakukan pemulasaran jenazah dan pemeriksaan lebih lanjut. Menurut petugas, bayi itu lahir prematur dan baru berumur 30 minggu. Berat badannya 1 kg dan panjang 34 sentimeter.

"Estimasi lahirnya kurang dari 12 jam dan kemungkinan kuat hasil hubungan gelap sehingga dibuang orang tuanya," ucap Rukas Sigit. Polisi tengah menyelidiki kasus ini untuk mengungkap identitas orang tua bayi. (red.IY)

Thursday, November 23, 2023

Pemulung di Kendari Temukan Mayat Bayi Dalam Tas Kresek, Polisi Selidiki

 

Kendari, rakyatindonesia.com – Seorang pemulung bernama La Samira (53) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan mayat bayi laki-laki terbungkus tas kresek merah. Polisi kini menyelidiki penemuan mayat bayi tersebut.


"Kami sedang melakukan penyelidikan mencari siapa pembuang bayi tersebut," kata Kapolresta Kendari Kombes M. Eka Fathurrahman dalam keterangannya, Kamis (23/11/2023).

Kombes Eka mengatakan sesosok bayi itu ditemukan di Jalan Madusila, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kendari, Rabu (22/11) malam. Lokasi penemuan bayi berada di tempat pembuangan sampah (TPS).

"Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan di tempat pembuangan sampah oleh La Samira," ungkapnya.

Eka menuturkan La Samira awalnya mendatangi tempat pembuangan sampah itu sekitar pukul 16.30 Wita. Dia lalu mengecek barang-barang bekas yang bisa diambil.

"Saksi ini melihat ada tas berwarna merah, ketika diangkat terasa berat. Saksi membuka tas dengan menggunakan kayu dan melihat kaki bayi. Setelah itu dia langsung pulang dan menyampaikan ke keluarganya telah menemukan bayi," ujar dia.

Kombes Eka mengatakan sekitar pukul 22.30 Wita, saksi kembali bersama keluarganya untuk mengecek kebenaran temuan itu. Saat tiba di lokasi mayat bayi tersebut masih ada sehingga dilaporkan ke polisi.

"Saksi lalu menuju TKP memastikan bayi masih ada, kemudian memberi tahu warga dan polisi," ungkapnya.

Polisi yang tiba di lokasi langsung mengecek penemuan mayat bayi itu. Setelah dilakukan pemeriksaan saksi, bayi tersebut lalu dibawa ke RS Bhayangkara Kendari.

"Saat ini masih dilakukan visum dan autopsi sekaligus mengambil sampel organ tertentu untuk dicek DNA-nya," imbuhnya. (red.IY)

Wednesday, November 22, 2023

Pria di Lebak Ditemukan Tewas Membusuk, Polisi Selidiki

 

Lebak, rakyatindonesia.com – Warga di Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, Lebak, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria. Jasad korban sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.


Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (22/11/2023), lokasi penemuan mayat sudah diberi garis polisi. Tercium bau menyengat dari dalam rumah.

Di lantai rumah korban, terlihat banyak cairan berwarna merah tua dan terlihat dikerubungi serangga. Hingga saat ini, petugas Inafis dari Polres Lebak dan petugas Puskesmas setempat masih mengidentifikasi korban.

Kepala Desa Bojong Leles Eman mengatakan, jasad korban ditemukan pertama kali oleh tetangga sekitar pukul 08.00 WIB. Tetangga korban mencium bau menyengat dan membuka paksa rumah korban.

"Pertama kali curiga yah dari bau karena sangat menyengat," kata Eman.

Eman menjelaskan, korban bernama Oman. Tetangga korban mengenalkan sebagai sosok pendiam yang tidak bergaul.

"Biasanya dikenal Komeng tapi nama aslinya Oman. Iya tinggal sendiri karena sudah cerai dengan istri, anaknya ikut istrinya," tuturnya.

Eman menjelaskan, korban juga dikenal punya riwayat penyakit. Saat ini korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Sepertinya karena penyakit karena tadi ditemukan obat-obat juga di dekat jenazah. Iya mau dimakamkan sama keluarga," pungkasnya. (red.IY)

Saturday, November 18, 2023

Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Sungai Cipelang Sukabumi

 

Sukabumi, rakyatindonesia.com –  Warga Lembursitu, Kota Sukabumi digegerkan dengan penemuan seorang mayat wanita yang ditemukan tewas membusuk di aliran sungai Cipelang. Identitas wanita itu diketahui berinisial RS (35).


Kabar mengenai penemuan mayat itu beredar luas di media perpesanan. Korban ditemukan perbatasan antara Kecamatan Gungungguruh dan Lembursitu, tepatnya di Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceng mengaku, mendapatkan kabar dari aparat kepolisian terkait adanya laporan orang hilang di sungai Cipelang. Pencarian dilakukan di titik awal wilayah Cikareo.

"Saat perjalanan informasi didapatkan bahwa ada korban ditemukan di sekitar radius kurang lebih enam kilometer, di tengah-tengah sungai yang mengering," kata Aceng kepada detikJabar, Sabtu (18/11/2023).

Kondisi korban telungkup dan tersangkut di batu, dahan, ranting dan sebagainya. Selain itu, tubuh korban sudah menunjukkan pembusukan.

"Sudah membusuk, hampir tidak dikenali wajahnya, hanya dari pakaian, celana, kaos kaki dan cincin emas yang bisa dikenal oleh pihak keluarga. Pakaian masih lengkap," ujarnya.

Proses evakuasi berjalan cukup lama karena polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Di sisi lain, ambulans yang tak kunjung datang membuat jenazah harus diangkut menggunakan mobil tanggap darurat. Berdasarkan informasi yang ia terima, korban bekerja sebagai bank keliling (koperasi simpan pinjam).

"Iya informasinya seperti itu (pekerjaan korban bank keliling). Di sana kan dilakukan olah TKP dulu, terus kita nunggu ambulans karena kita butuh kecepatan jadi evakuasi tidak menggunakan ambulans tapi kendaraan BPBD. Lokasinya cukup jauh dari pemukiman, agak curam apalagi sebelah timur itu curam," tutupnya.

Pantauan detikJabar, jenazah korban sudah tiba di RSUD Syamsudin SH. Polisi belum dapat memberikan keterangan apapun. Sedangkan korban masih dalam proses visum oleh petugas medis. (red.IY)

Thursday, October 19, 2023

Misteri Mayat Tanpa Kepala di Lampung Terungkap, 2 Saudara Kandung

 

Lampung, rakyatindonesia.com – Tiga dari empat jasad tanpa kepala yang ditemukan di perairan Lampung, terungkap identitasnya dari hasil tes DNA. 


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadillah Astutik mengatakan identitas dua dari tiga jasad yang berhasil diidentifikasi merupakan kakak adik kandung.

"Ada kecocokan dari sampel DNA jasad tersebut, yakni dengan tujuh orang warga yang diduga memiliki hubungan kekerabatan dengan ketiga jenazah tersebut," kata Umi di Mapolda Lampung, Rabu (18/10).

Menurutnya, setelah membuka hotline pengaduan, Polda Lampung menerima banyak laporan. Termasuk dari pihak keluarga yang saat ini ketiga jasad tersebut sudah teridentifikasi.

"Tiga jenazah tanpa kepala itu berasal dari Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat," ujar mantan Kapolres Kota Metro, Lampung ini.

Sementara satu jasad lainnya belum berhasil diidentifikasi karena belum menemukan DNA yang cocok.

Umi menyebut dari hasil koordinasi Polda Lampung dengan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya (PMJ), jasad tanpa kepala tersebut diketahui adalah awak kapal nelayan yang mengalami kecelakaan laut di perairan Cirebon.

Ketiga jasad itu diketahui awak kapal nelayan dan mereka hendak melaut dari Muara Angke menuju Kalimantan. Namun dalam perjalanan, kapal yang mereka tumpangi terhantam ombak besar dan tenggelam.

"Pada saat kejadian itu, hanya ada tiga kru kapal yang dinyatakan selamat. Sementara sekitar enam kru kapal lainnya, dinyatakan hilang," terangnya.

Keempat jasad tanpa kepala itu saat sudah dimakamkan di Lampung. Dua jasad di Pemakaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar, Kalianda, Lampung Selatan dan dua jasad lagi di Pemakaman RSUD Batin Mengunan, Tanggamus.

Meski demikian, pihaknya belum menerima adanya laporan rencana pemindahan makam jenazah yang sudah diketahui identitasnya tersebut dari pihak keluarga.

"Sudah koordinasi dengan pihak keluarganya, tapi belum ada keinginan untuk memindahkan makam. Kami masih menunggu jika memang ada keinginan untuk memindahkan makam dari anggota keluarganya itu," ungkapnya.

Sementara Kabid Dokkes Polda Lampung, Kombes Pol Mardi Sudarman mengungkapkan sampel yang dikirim ke laboratorium DNA Polri yakni ada empat sampel tulang dari jasad yang ditemukan di Pantai Desa Pematang Pasir, Kabupaten Lampung Selatan dan di Pantai Karang Bolong, Pekon Tegineneng, Limau, Kabupaten Tanggamus.

"Jasad yang ditemukan di Pantai Lampung Selatan dan Tanggamus, identitasnya diduga bernama Kasdi dan Tasroni. Keduanya adalah kakak adik kandung anak dari Kayin asal Indramayu, Jawa Barat," ungkapnya.

Selanjutnya jasad yang ditemukan di Pantai Dusun Sukarame Penobaan, Desa Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, teridentifikasi diduga beridentitas Agus Sudanto. Jasad ini teridentifikasi berkat tes DNA dari anaknya bernama Sri Anisa.

Sedangkan untuk satu jasad lagi yang ditemukan di Pantai Pekon Teluk Brak, Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, belum teridentifikasi identitasnya karena belum ada kecocokan dengan sampel DNA yang diperiksa.

"Jasad yang belum teridentifikasi tersebut kepolisian saat ini masih melakukan pencarian identitas terhadap jasad tersebut," terangnya.

Ia mengaku belum bisa menyimpulkan apakah satu jasad yang belum diketahui identitasnya tersebut masih bagian dari kru nelayan tersebut atau bukan.

"Satu jenazah yang belum teridentifikasi, kami masih menunggu pihak yang mengaku keluarga menyerahkan sampel darah pembanding untuk keperluan tes DNA," pungkasnya.

Diketahui dalam kurun waktu hampir satu bulan, empat jasad yang tidak diketahui identitasnya (anonim) ditemukan di perairan Lampung. Keempat jasad yang ditemukan itu memiliki kondisi yang sama yakni tanpa kepala.

Penemuan satu jasad pertama, pada tanggal 15 Agustus 2023 di Pantai Pekon Teluk Brak, Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus.

Kemudian, pada tanggal 6 September 2023, kembali ditemukan dua jasad di Pantai Dusun Sukarame Penobaan, Desa Bakauheni dan Pantai Desa Pematang Pasir, Kabupaten Lampung Selatan

Satu jasad lagi dengan ciri yang sama, ditemukan pada tanggal 7 September 2023 di Pantai Karang Bolong, Pekon Tegineneng, Limau, Kabupaten Tanggamus. (red.IY)

Wednesday, October 4, 2023

Perkembangan Terbaru Temuan Kerangka Dicor dalam Drum di Aceh Besar

 

Jakarta, rakyatindonesia.com – Temuan drum berisi kerangka manusia dicor di sungai Jurong Iboh, Desa Reukih Dayah, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar membuat geger warga belum lama ini.


Apalagi warga sekitar menyebut drum yang dicor tersebut sudah ada di lokasi itu sejak 12 tahun lalu.

Polres Aceh Besar pun turun tangan untuk menyelidiki temuan kerangka yang dicor di dalam drum tersebut.

Berikut perkembangan terbaru dari penelusuran perkara temuan kerangka dicor dalam drum di Aceh Besar tersebut.

Tes DNA dari kerangka
Polres Aceh Besar bersama tim gabungan dari Direktorat Kriminal Umum DVI Biddokkes Polda Aceh menguji DNA kerangka tulang manusia yang ditemukan tercor dalam drum di Sungai Jurong Iboh, Indrapuri, Aceh Besar.

"DNA kerangka tulang tersebut akan diuji dengan data pembanding yang diduga keluarga oleh Puslabfor Bareskrim Polri," kata Kapolres Aceh Besar AKBP Carlie Syahputra Bustamam, di Aceh Besar, Selasa (3/10) seperti dikutip dari Antara.

Dirinya menyampaikan, uji DNA itu bertujuan untuk mencari penyebab kematian dan motif dibalik penyembunyian kerangka yang masih menjadi teka-teki. Proses secara scientific investigation ini diharapkan dapat mengungkap misteri di balik penemuan itu.

"Pihak berwenang akan memberikan update segera begitu mereka memiliki informasi lebih lanjut tentang identitas korban, penyebab kematian, dan bagaimana kerangka tersebut berakhir dalam drum di Sungai Jurong Iboh," ujarnya.

Belum ada laporan warga hilang
Carlie Syahputra menyebutkan hingga saat ini belum ada warga yang melaporkan adanya anggota keluarga yang hilang pasca ditemukannya kerangka manusia yang tercor di dalam drum, di Sungai Jurong, Kecamatan Indrapuri, Aceh.

"Belum ada warga yang melapor terkait itu," kata dia, Selasa.

Kaos kuning tulisan angka 13 dan celana bahan kain
Kasatreskrim Polres Aceh Besar Iptu Subihan Afuan Ardhi mengatakan pihaknya tidak menemukan kartu identitas korban dari lokasi temuan kerangka dalam drum dicor tersebut.

Dari petunjuk yang ditemukan terlihat adanya baju kaos berwarna kuning dengan tulisan angka 13 dan celana bahan kain.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang kehilangan keluarga dengan ciri-ciri pakaian tersebut untuk segera menghubungi Polsek terdekat atau Polres Aceh Besar guna membantu identifikasi lebih lanjut.

"Warga sekitar juga diminta untuk memberikan informasi apapun yang dapat membantu penyelidikan," ujar Subihan.

Drum ada di lokasi sejak 2011
Subihan mengatakan berdasarkan keterangan masyarakat setempat drum dicor itu sudah ada di sungai tersebut setidaknya sejak 2011 silam.

Selama kurun waktu 12 tahun, masyarakat tak tahu ada kerangka di dalamnya, hingga saksi Muhda Hadi Saputra tak sengaja melihatnya  pada Minggu (1/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Kemudian, saksi melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian. Tim identifikasi dari Polres Aceh Besar kemudian melakukan penggalian drum tersebut dan menemukan kerangka manusia yang diperkirakan telah lama berada di dalamnya," kata Subihan.(red.IY)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved