Senin, 05 Februari 2024

Ratapan Iis Usai Rumah Terbakar dan Sisa Harta Tinggal Baju di Badan

 Ratapan Iis Usai Rumah Terbakar dan Sisa Harta Tinggal Baju di Badan

 


Tasikmalaga, rakyatindonesia.com - Kebakaran melanda dua rumah di dalam gang permukiman padat penduduk Kampung Leuwi Urug Kelurahan/Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, Senin (5/2/2024) siang. Dua rumah yang saling berdempetan itu milik Iis Rismiasih (63) dan Wahyu (50), keduanya adalah adik kakak. Kobaran si jago merah melalap habis rumah dan seisinya, terutama rumah Iis yang tak bisa terselamatkan.


Iis sendiri tampak bersedih kala menyaksikan petugas pemadam kebakaran (Damkar) berusaha mengendalikan api di rumah berukuran sekitar 5x6 meter itu.


Meski demikian dia berusaha tegar, tak ada air mata, tak ada jerit histeris. Padahal semua harta benda miliknya ludes terbakar. Harta yang tersisa hanya pakaian yang menempel di badan, itu pun pakaian yang biasa dia gunakan ke sawah.



Saat kebakaran melanda, Iis sedang bekerja di sawah. Rumahnya ditinggalkan, tak ada siapa-siapa. Anaknya Yusuf sedang keluar rumah. "Saya lagi di sawah," kata Iis.


Iis tak banyak bicara, dia kembali termenung menatap rumahnya di tengah hiruk pikuk warga dan petugas Damkar. Tapi mulutnya terlihat bergumam, seperti tak henti melafalkan istigfar.

Iis juga hanya geleng-geleng kepala ketika salah seorang petugas Kelurahan menanyakan dokumen kependudukannya. Petugas kelurahan itu membutuhkan data untuk pengajuan bantuan. "Kan KTP dan KK di rumah, habis terbakar," kata Iis sambil mengatakan dia tak mengingat NIK-nya.



Petugas Kelurahan kemudian menanyakan rencana Iis tinggal dimana usai musibah ini. Dia menjawab untuk sementara akan tinggal di rumah anaknya.


Kukus Ketua RW setempat mengatakan musibah kebakaran ini diketahui sekitar pukul 11.00 WIB. "Awalnya beberapa warga mencium bau sangit, seperti kabel terbakar. Tapi warga tak tahu sumbernya dari mana. Nah lama-lama muncul api dari rumah Bu Iis," kata Kukus.


Warga kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, tapi kadung membesar dan menimbulkan kepanikan. Terlebih rumah itu berada di kawasan permukiman padat.



"Api merembet ke rumah Pak Wahyu di belakang rumah Bu Iis, beruntung Damkar datang sehingga tak merembet lebih luas. Warga panik karena api membesar sementara cuaca sedang terik," kata Kukus.


Sekitar pukul 12.00 WIB api akhirnya berhasil dipadamkan setelah melalap habis dua rumah tersebut.


Kapolsek Indihiang Kompol Iwan membenarkan adanya kejadian kebakaran itu. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. "Penyebabnya masih diselidiki, tapi anggota sudah diterjunkan untuk membantu mengamankan lokasi kebakaran," kata Iwan.


Dia juga membenarkan kebakaran melanda dua rumah yang saling berdempetan. Akibat musibah itu kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.(red.w)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved